Jumat, 01 November 2013

Pasar Tradisional vs Pasar Modern

Pasar adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk melaksanakan transaksi, sarana interaksi sosial budaya masyarakat, dan pengembangan ekonomi masyarakat. Pasar dapat pula diartikan sebagai sarana atau tempat usaha untuk melakukan transaksi jual beli umum milik swasta atau Pemerintah Daerah, tempat pedagang secara teratur dan langsung memperdagangkan barang dan jasa.
Pasar tradisional adalah pasar yang dibangun dan dikelola oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) termasuk kerjasama dengan swasta dengan tempat usaha berupa toko, kios, los dan tenda yang dimiliki atau dikelola oleh pedagang kecil, pedagang menengah, swadaya masyarakat atau koperasi dengan usaha skala kecil, modal kecil dan dengan proses jual beli barang dagangan melalui tawar menawar.
Pasar modern atau pasar swalayan adalah pasar yang umumnya berlokasi di kawasan perkotaan dan dikelola dengan manajemen modern dan professional, yang berfungsi sebagai penyedia barang atau jasa dengan mutu dan pelayanan yang prima terhadap konsumen yang umunya tergolong kelas menengah keatas.
Pendirian pasar tradisional atau pusat perbelanjaan atau toko modern selain minimarket harus memenuhi persyaratan ketentuan peraturan perundang-undangan dan harus melakukan analisis kondisi sosial ekonomi masyarakat, keberadaan pasar tradisional dan UMKM yang berada di wilayah bersangkutan. Analisis semacam ini juga diberlakukan bagi toko modern yang terintegrasi dengan pusat perbelanjaan.
Masyarakat secara sekilas dapat membedakan pasar modern dengan pasar tradisional dari kondidi bangunannya. Pasar modern biasanya memiliki bangunan yang megah, indah, bersih,  terawatt dan teratur rapi. Sedangkan bangunan pasar tradisional kebanyakan kurang terawat, kotor, kusam, baud an tidak rapi. Ciri khas lain yang menonjol dari pasar tradisional adalah sistem jual-beli yang masih memakai cara tawar-menawar karena harga jual produk dibuat tidak pasti.
Berbelanja di pasar tradisional juga kurang nyaman karena tidak ada fasilitas pendingin ruangan (AC), lorong-lorongnya sempit dan berdesak-desakan, serta para pedagangnya cenderung kurang ramah dan kurang terlatih untuk melayani para pembeli., pasar tradisional juga tidak menyediakan system pembayaran dengan menggunakan kartu (kartu kredit atau karti debit, dan sebagainya)
Meningkatnya jumlah pasar modern memicu banyak orang lebih memilih berbelanja di pasar modern karena alas an praktis, bersih dan efisien, maupun karena alasan gengsi dan gaya hidup. Padahal, berbelanja di pasar modern dan pasar tradisional sama-sama memiliki keuntungan dan kerugian. Konsumen yang cerdas dan bijak pasti menyadari hal tersebut sehingga mereka biasa menentukan kapan saat yang tepat berbelanja di pasar modern maupun tradisional.
a. Harga Barang
Perbedaan mencolok antara kedua jenis pasar ini terletak pada harga barang yang dijual. Hal ini karena harga barang di pasar modern sudah pasti sesuai barcode sedangkan harga barang di pasar tradisional bergantung proses tawar menawar sehingga tidak pasti. Harga barang di pasar modern misalnya untuk produk-produk segar (fresh) seperti sayur mayur, buah-buahan, bumbu dapur, dan daging lebih mahal dibandingkan di pasar tradisional karena pasar modern menyimpan barangnya dalam ruangan pendingin (refrigerator). Hanya saja, mahalnya harga menjadi setimpal karena kualitas produk segarnya lebih terjaga, bersih dan terseleksi sehingga kecil kemungkinan kita menemukan buah busuk di pasar modern.
Bagi pembeli yang pandai melakukan tawar-menawar, teliti memilih barang dan memiliki cukup waktu luang untuk berbelanja, lebih baik memilih pasar tradisional. Sedangkan bagi pembeli yang tidak pandai melakukan tawar-menawar karena terbiasa praktis dan dikejar kesibukan, tidak punya banyak waktu luang untuk berbelanja maka lebih baik memilih pasar modern. Yang menjadi mubazir adalah jika pembeli memiliki banyak waktu luang namun memilih berbelanja di pasar modern hanya karena alasan gaya hidup modern (life style) atau alasan-alasan klasik seperti malas, kotor, bau dan panas. Bagaimanapun juga, keberhasilan mendapatkan barang sejenis dengan harga lebih murah merupakan prestasi belanja nomor satu terutama bagi para wanita dan ibu rumah tangga.
b. Diskon dan Hadiah
Untuk urusan diskon (potongan harga) dan hadiah, sejumlah supermarket memang sering memberikan berbagai penawaran yang menggiurkan. Akan tetapi, perlu diperhatikan apakah hal tersebut merupakan rayuan terselubung agar pembeli bersikap lebih konsumtif. Tak jarang, orang menjadi lapar mata ketika berbelanja di supermarket dan tergoda membeli barang-barang yang tidak mereka butuhkan. Hal ini berbeda jika kita berbelanja di pasar tradisional yang berlangsung normal tanpa pernah ada promosi atau diskon besar-besaran, mata kitapun hanya tertuju pada barang-barang kebutuhan yang sudah direncanakan dari rumah. Para pembeli sebaiknya rajin membandingkan harga barang di tempat lain untuk memastikan apakah program diskon tersebut memang benar-benar nyata atau hanya trik penjualan licik dimana harga barang yang didiskon telah dinaikkan sebelumnya. Walhasil, program diskon tersebut hanyalah tipuan belaka.
 c.  Kenyamanan Berbelanja
Untuk urusan kenyamanan, berbelanja di pasar modern memang jauh lebih nyaman ketimbang berbelanja di pasar tradisional. Pasar modern menerapkan prinsip swalayan di mana para pembeli dapat melayani dirinya sendiri, kenyamanan seperti ini tidak dijumpai di pasar tradisional. Berbagai toko modern memiliki area yang lebih luas, bersih, rapi, menarik, dilengkapi pendingin ruangan, bahkan ada yang dilengkapi tangga berjalan (elevator). Sedangkan pasar tradisional menempati area yang lebih sempit, sesak, dan tak jarang berbau kurang sedap,. Namun beberapa pasar tradisional kini sudah dikelola para profesionalis sehingga tempatnya bersih dan tidak kalah dengan penataan pasar modern, contohnya Pasar Tanah Abang di Jakarta, Pasar Beringharjo di Jogja, dan sebagainya.
 d.  Kesegaran Produk
Untuk produk-produk segar produksi lokal (seperti daging, ikan, sayur mayur, buah-buahan, telur, dan lain-lain), pasar tradisional biasanya mampu menyajikan produk yang segar karena langsung mendapat pasokan dari petani dan pedagang perantara. Namun demikian hal ini tentu saja tidak berlaku terhadap pedagang curang yang suka memberi bahan pengawet berbahaya pada barang yang dijualnya. Pada kasus buah-buahan impor, pasar tradisional justru mendapat pasokan barang kurang segar yang berasal dari sisa penjualan barang impor di supermarket. Pasar tradisionla juga kesulitan menjaga kesegaran produk karena kebanyakan pedagangnya tidak memiliki mesin pendingin (refrigerator).
Produk-produk segar juga dapat dijumpai di sejumlah supermarket yang langsung mendapat pasokan barang dari petani atau pedagang perantara. Khusus untuk buah-buahan impor, mutu barang yang dijual di supermarket biasanya jauh lebih baik disbanding barang yang sama yang dijual di pasar tradisional. Kesegaran produk di supermarket juga selalu terjaga berkat adanya mesin pendingin (refrigerator). Namun demikian, konsumen tetap harus waspada terhadap kemungkinan buah-bauhan impor yang sebelum masuk ke supermarket sudah diberi bahan pengawet oleh produsen di negara asalnya maupun oleh pihak distributor di Indonesia.
 e.  Kemudahan Bertransaksi
Pasar modern juga memberikan kemudahan dalam bertransaksi. Para pembeli juga dapat bertransaksi menggunakan alat pembayaran dengan menggunakan kartu, seperti kartu kredit, kartu debit, dan semacamnya. Kemudahan seperti ini biasanya tidak dijumpai di pasar tradisional. Namun demikian, masyarakat harus tetap waspada agar tidak terjebak pada sikap konsumtif dan jebakan utang kartu kredit yang dapat berujung pada gangguan penagih utang (debt-collector).
 Perkembangan perekonomian, pertambahan penduduk, dan pertumbuhan kelas menengah, ikut mendorong perubahan selera masyarakat dalam berbelanja. Jika dulu masyarakat terbiasa berbelanja di pasar tradisional, maka saat ini masyarakat kelas menengah di perkotaan lebih senang berbelanja di pasar modern. Seiring perkembangan zaman, pasar modern lebih banyak dijumpai di kota-kota besar dan sedang di seluruh indonesia. Bahkan saat ini toko modern berbentuk jaringan waralaba minimarket telah menyebar hingga ke kota-kota kecil dan kecamatan.
Perkembangan pasar modern yang begitu pesat tentu saja harus diantisipasi pemerintah dengan melakukan berbagai inovasi dan perbaikan-perbaikan pasar tradisional agar tidak ketinggalan dengan pasar modern. Perbaikan dan inovasi jelas sangat dibutuhkan pasar tradisional dengan cara membangun atau memperbaiki pasar tradisional agar terkesan lebih ramah, lebih nyaman mdan lebih bersih. Kesan pasar tradisional yang becek, tidak ramah, dan tidak nyaman harus diubah sehingga masyarakat tertarik berbelanja di tempat tersebut. Meskipun pasar tradisional diwarnai tawar menawar, namun pasar jenis ini memiliki keunggulan antara lain harga barangnya relatif lebih murah.
Salah satu faktor penyebab kemunduran pasar tradisional adalah persaingan usaha yang tidak seimbang. Pasar tradisonal yang bermodal kecil, dan hanya dikelola oleh manajemen sederhana, harus bersaing denga pasar modern yang bermodal besar, berskala usaha besar, dan dikelola secara profesional.
Persaingan pasar modern dan pasar tradisional di Indonesia sebenarnya tidak sesederhana yang dibayangkan orang. Pemerintah sebagai pengatur dan pengawas harus mewadahi semua aspirasi yang berkembang tanpa ada yang merasa dianaktirikan. Apalagi pasar tradisional telah terbukti mampu menjadi penyangga perekonomian nasional serta mampu meredam gejolak sosial akibat kesenjangan di masyarakat. Hal ini yang membuat pemerintah tidak hanya aspek ekonomi semata, namun juga aspek sosial dalam pengembangan bisnis ritel di Indonesia.
Disisi lain, perkembangan pasar modern juga tidak boleh dihambat karena pasar ini dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi negara, memperbesar pemasuka pajak, meningkatkan nilai investasi asing dan domestik, meningkatkan tingkat konsumsi dalam negeri, membuka lapangan pekerjaan, dan menumbuhkan sektor usaha riil. Kemunculan pasar modern adalah konsekuensi logis dari arus globalisasi yang harus disikapi dengan bijaksana guna mendukung kepentinganpembangunan nasional.
Dalam mengatasi masalah dampak pasar modern terhadap pasar tradisional harus ditempuh upaya penyelesaian yang positif dan menyeluruh bagi eksistensi pasar tradisional sekaligus bagi perkembangan pasar modern. Pembinaan pasar tradisional tidak akan berhasil jika dilakukan sendiri, melainkan harus dilaksanakan secara terintegrasi dengan pembinaan pasar modern serta sektor pembangunan yang lainnya seperti tata ruang, pertanahan, bangunan gedung, pariwisata, dan lain-lain.
Pemerintah dapat melakukan pemberdayaan pasar tradisional dengan membantu memperbaiki akses informasi, pemodalan dan  hubungan dengan produsen atau pemasok. Pedagang pasar tradisional perlu mendapatkan informasi tentang masa depan, ancaman dan peluang usahanya. Mereka juga perlu dilatih mengantisipasi perubahan tuntutan konsumen. Dalam kaitannya dengan produsen/pemasok, pedagang pasar tradisional perlu dibantu dalam mengefisienkan rantai pemasaran guna mendapatkan barang dagangan yang leboih murah dan berkualitas.
Pemerintah dapat berperan sebagai mediator untuk menghubungkan pedagang pasar tradisional secara kolektif dengan pelaku industri untuk mendapatkan akses barang barang dagangan yang lebih murah. Modernisasi pasar juga merupakan langkah untuk meningkatkan perekonomian pedagang kecil. Modernisasi pasar dimaksudkan sebagai upaya pengelolaan pasar secara modern sesuai tuntutan kebutuhan masyarakat. Modernisasi perlu dicipitakan untuk mengahambat beralihnya tempat belanja masyarakat yang masih dapat diakomodasikan oleh para pedagang kecil.
Banyak pasar tradisional yang dapat ditingkatkan daya saingnya, misalnya dengan sedikit sentuhan gaya arsitektur tradisional, promosi barang-barang souvenir, keramahtamahn pramuniaga, kekhasan dialek setempat, kandungan komponen lokal, panggung kesenian lokal, kearifan lokal, dan sebagainya sehingga menjadi objek wiasata dan sebagai salah satu bentuk cagar budaya.
Sedangkan pasar tradisional yang tidak bisa dijadikan objek wiasata dapat dilakukan revitalisasi atau pemberdayaan. Pasar tradisional dapat ditingkatkan daya saingnya jika ditata dan dikelola secara profesional dengan tetap menonjolkan keunikan atau ciri khas masing-masing pasar. Dengan pemberdayaan tersebut diharapkan pasar tradisional menjadi pasar yang sehat, ramah, dengan barang yang lebih terjaga kualitasnya sehingga sehat dikonsumsi. Ancaman pasar modern apabila ditanggapi secara positif sesungguhnya dapat menjadi cambuk perubahan bagi pasar tradisional ke arah yang lebih maju namun tetap mempertahankan keunikannya.

3 komentar:

  1. maaf ya,ini mau cerita sedikit masalah pribadi waktu aq diluar negeri,dulu di sana aq kerja selama 3tahun jadi buruh pabrik,tapi hasil kerja ku disana cuma untuk membantu orang tua untuk melunasi hutang piutangnya belum ada untuk bikin usaha dikampung,aq usaha cari di internet cari jalan keluar permasalahanq dan tanya2 orang pintar yaitu paranormal ternyatah aq temukan atas nama ky songo dgn no. beliu0852,1751,9919 aq beranikan diri telpon beliau dan cerita kisahq dan beliau orangnya ramah dan dia berikan petunjuk jalan permasalahanq degan jalan islam,berkat bantuan ky songo sekaran aq udah bisa ada usaha kecilan,biarpun cuma melaksanakan kewajiban untuk berikan beliau pembeli perlengkapan ritual itu tak seberapa,dibanding hasilnya sekaran memuaskan,cuma sekali mengeluarkan uang sekaran aq udah lega dan membantu orang tua juga,atau anda mau mengenal beliau lebih lengkap lihat di www.paranormal-kisongo.blogspot.com.pesan aq bagi anda semua anda harus yakin dan percaya adanya dunia gaib,terima kasih,wassalam

    BalasHapus
  2. wihh nice info, saya pengunjung setia web anda
    kunjung balik, di web kami banyak penawaran dan tips tentang kesehatan
    Ada artikel menarik tentang obat tradisional yang mampu menyembuhkan penyakit berat, cek yuk
    http://goldengamatemasmitoha.com/pengobatan-bronkiektasis/

    BalasHapus
  3. KABAR BAIK!!!

    Nama saya Aris Mia, saya ingin menggunakan media ini untuk mengingatkan semua pencari pinjaman sangat berhati-hati, karena ada penipuan di mana-mana, mereka akan mengirim dokumen perjanjian palsu untuk Anda dan mereka akan mengatakan tidak ada pembayaran dimuka, tetapi mereka adalah orang-orang iseng, karena mereka kemudian akan meminta untuk pembayaran biaya lisensi dan biaya transfer, sehingga hati-hati dari mereka penipuan Perusahaan Pinjaman.

    Beberapa bulan yang lalu saya tegang finansial dan putus asa, saya telah tertipu oleh beberapa pemberi pinjaman online. Saya hampir kehilangan harapan sampai Tuhan digunakan teman saya yang merujuk saya ke pemberi pinjaman sangat handal disebut Ibu Cynthia, yang meminjamkan pinjaman tanpa jaminan dari Rp800,000,000 (800 juta) dalam waktu kurang dari 24 jam tanpa tekanan atau stres dan tingkat bunga hanya 2%.

    Saya sangat terkejut ketika saya memeriksa saldo rekening bank saya dan menemukan bahwa jumlah yang saya diterapkan, telah dikirim langsung ke rekening bank saya tanpa penundaan.

    Karena saya berjanji bahwa saya akan membagikan kabar baik, sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi, jika Anda membutuhkan pinjaman apapun, silahkan menghubungi dia melalui email nyata: cynthiajohnsonloancompany@gmail.com dan oleh kasih karunia Allah ia tidak akan pernah mengecewakan Anda dalam mendapatkan pinjaman jika Anda menuruti perintahnya.

    Anda juga dapat menghubungi saya di email saya: ladymia383@gmail.com dan Sety yang memperkenalkan dan bercerita tentang Ibu Cynthia, dia juga mendapat pinjaman baru dari Ibu Cynthia, Anda juga dapat menghubungi dia melalui email-nya: arissetymin@gmail.com sekarang, semua akan saya lakukan adalah mencoba untuk memenuhi pembayaran pinjaman saya bahwa saya kirim langsung ke rekening mereka bulanan.

    Sebuah kata yang cukup untuk bijaksana.

    BalasHapus